Hari
yang cerah pagi itu terdengar suara kicauan burung-burung di suatu hutan yag sangat luas dan lebat.
Hiduplah seekor kelinci kecil yang sangat cerdik dan pemberani yang
bernama kumyu. Kumyu hidup sebatang kara tanpa ada teman yang dekat dengannya
tetapi dia selalu bermain dengan riang. Kumyu merupakan kelinci yang baik hati,
dia tidak pernah berbuat kerusuhan. Didekat hutan yang dia tempati ada sebuah
ladang kecil milik pak tani, di ladang tersebut banyak sekali di tanam sayuran
dan buah-buahan. Suatu hari ada sebuah kejadian yang membuat pak tani merasa kesal dan marah.
Saat
pagi-pagi pak tani pergi ke ladangnya dia melihat ladangnya sudah berantakan,
tanaman yang ia tanam hampir habis tidak tersisa dan rusak. Selang beberapa
hari, kejadian seperti itu terulang kembali. Teryata perbuatan seekor kera, kera tersebut bernama Kinkin, ia
adalah kera yang nakal, malas, tamak dan rakus. Kinkin selalu merusak dan
memakan tanaman apa saja yang ada di ladang. Kinkin hanya memikirkan kesenangannya
sendiri, Kinkin merupakan kera yang kurang di sukai oleh hewan lainya, karena
kelakuannya. Perbuatanya selalu meresahkan yang lainnya, yang di pikirknya
hanyalah dirinya sendiri, kepuasannya sendiri dan kesenangannya sendiri.
Suatu hari Kumyu si kelinci kecil yang cerdik
dan pemberani teryata mengetahui perbuatan yang di lakukan oleh Kinkin si kera
yang rakus. Si Kumyu yang baik hati ingin membantu pak tani dan memberi
pelajaran ke pada si Kinkin, yang selalu meresahkan pak Tani atas perbuatanya
yang tamak dan rakus karena sudah merusak dan memakan tanaman yang ada di ladang pak Tani. Kumyu
berfikir mencari cara bagaimana untuk menjebak si Kinkin. Sambil bermain
dibawah pohon yang rindang si Kumyu terus berpikir mencari cara untuk menjebak
Kinkin.
Tak
berselang lama Kumyu menemukan cara untuk menjebak si Kinkin, Kumyu langsung
pergi mencari Kinkin. Di tengah jalan Kumyu tak sengaja bertemu dengan Kinkin,
Kumyu berpura-pura baik kepada Kinkin.
Kumyu
berkata:’’ kepada Kinkin, jika ada ladang di seberang hutan yang sedang di
tanami Sayuran dan buah-buahan sangat banyak. Kinkin tak menyadari jika si
Kumyu berbohong kepadanya tentang ladang yang sedang di Tanami tersebut, KinkinPercaya
saja pada si Kumyu. Kinkin si Kera yang tamak dan rakus tersebut spontan
membayangkan dia berada di ladang tersebut dan memakan semua yang ada di
ladang. Kumyu setelah memberitahu si Kinkin dia bergegas pergi, dan langkah
selanjutnya adalah mengatur rencana berikutnya untuk menjebak si Kinkin.
Kumyu
pergi ke ladang ke tempat di mana yang ditunjukan kepada si Kinkin. Dia di situ
membuat jebakan dengan memasang tali di atas sebuah lubang yang sudah di tutup
dan di atasnya di beri dengan banyak sayuran dan buah-buahn. Tak lama ketika
disore hari Kinkin mendatangi ladang tersebut dan melihat apakah ada
seseorang di ladang tersebut, dan Kinkin
merasa yakin di ladang tersebut tidak ada siapa-siapa selain dirinya dan
banyaknya sayuran serta buah-buahan. Tanpa di sadari oleh Kinkin, Kumyu si
kelinci yang cerdik sudah bersembunyi lama berada di ladang mengintai sambil menunggu kedatangan si Kinkin. Kumyu terus
mengintai gerak gerik si Kinkin. ketika Kinkin datang Kinkin langsung meloncat lari ke ladang untuk
memakan buah-buahan yang ada, yang sudah di beri perangkap oleh kumyu. Spontan Kinkin kakinya terkana tali dan masuk
kedalam lubang yang sudah di tutup dan
di beri buah-buahan di atasnya.
Kumyu
mendekati Kinkin dan berkata kepadanya:’’ Jangan tamak dan rakus kau Kinkin’’.
Semua perbuatann yang kau lakukan telah merugikan orang lain.
Kinkin hanya diam dan merasa kesakitan. Tak
selang berapa lama Kinkin menjawab: ’’aku bersalah, karna aku sudah tamak dan
rakus ma’afkan aku, Tolonglah aku keluar dari sini’’.
Kumyu:’’ Berjanjilah jangan kau ulangi lagi
perbuatanmu’’?
Kinkin:
‘’Aku berjanji tidak akan tamak dan rakus lagi’’. Setelah mendengar jawaban
Kinkin , Kumyu akhirnya bersedia untuk membantu Kinkin keluar dari lubang.
Setelah
kejadian itu Kumyu dan Kinkin menjadi sahabat yang baik , mereka bermain
bersama-sama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar