IMPLEMENTASI
NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN
MASYARAKAT INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN
KUALITAS
BANGSA
Oleh
: Novi Dwi Ambarwati *)
ARTI
NILAI DAN MACAM-MACAM NILAI
Dalam
kehidupan manusia selalu berkaitan dan tak pernah lepas dengan nilai, seperti
yang diketahui bahwa manusia senantiasa menilai dan dinilai.
Arti dari nilai sendiri
merupakan sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukan kualitas dan berguna bagi
manusia. Bahwa jika sesuatu itu bernilai
berarti berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
Masyarakat
Indonesia bepegang pada pancasila
sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang menjadi dasar negara, dimana
pancasila merupakan suatu kesatuan yang utuh
nilai-nilai budi pekerti dan moral. Nilai-nilai yang terkandung dalam
pancasila pada dasarnya melekat pada setiap individu, sehingga dari kelima pancasila tersebut
berlaku bagi perseorangan maupun masyarakat.
Perwujudan dari nilai seperti norma atau
aturan, tanpa adanya norma nilai tidak
mampu berfungsi secara kongkrit dalam kehidupan sehari-hari. Yang pada akhirnya
nilai yang tampak dalam kehidupan masyarakat sehari-hari adalah norma seperti:
norma agama, norma moral (etika), norma kesopanan, dan norma hukum.
Adapun sifat-sifat nilai menurut Bambang
Daroeso (1986) bahwa nilai:
1.
Suatu realitas abstrak dan ada dalam
kehidupan manusia yaitu, nilai tidak dapat diindra melainkan yang dapat diamati
hanyalah objek yang bernilai itu. Misalnya orang yang memiliki kejujuran. Kejujuran memang merupakan suatu
nilai, tetapi kita tidak dapat mengindra kejujuran tersebut. Yang dapat kita indra adalah kejujurannya dalam bentuk
perbuatannya secara nyata.
2.
Nilai memiliki sifat yang normative,
yaitu nilai mengandung sebuah harapan, cita-cita dan suatu keharusan sehingga nilai
memiliki sifat ideal atau sempurna yang diwujudkan dalam bentuk norma. Misalnya
nilai keadilan, semua orang pasti berharap mendapatkan keadilan dan perlakuan
yang sama yang mencerminkan suatu nilai keadilan.
3.
Nilai berfungsi sebagai pendorong /
motivator dan manusia sebagai pendukung nilai. Misalnya nilai ketakwaan, dengan
adanya nilai ini akan menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai
derajat ketakwaan tersebut.
Walter
G.Everet menggolongkan
nilai-nilai manusiawi menjadi 8 kelompok, yaitu:
1. Nilai
Ekonomis, ditunjukan oleh harga pasar
dan meliputi semua benda yang dapat dibeli.
2. Nilai
kejasmanian, Mengacu pada kesehatan badan.
3. Nilai
hiburan, Nilai-nilai permainan dan waktu senggang yang dapat menyumbang pada
pengayaan kehidupan.
4. Nilai
Sosial, berasal dari berbagai tingkatan
manusia.
5. Nilai
watak, keseluruhan dari keutuhan keseluruhan kepribadian dan sosial yang
diinginkan.
6. Nilai
Estetis, nilai-nilai keindahan dalam alam dan karya seni.
7. Nilai
intelektual, nilai-nilai pengetahuan dan kebenaran.
8. Nilai
Keagamaan, nilai-nilai yang ada dalam agama (Rukiyati, 2008: 60).
Sedangkan menurut Notonegoro nilai di
bagi 3 yaitu:
1. Nilai
Material, Segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani atau kebutuhan
ragawi manusia. Misalnya: Kebutuhan makan, minum, sandang, kesehatan.
2. Nilai
Vital, Segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan suatu
kegiatan atau aktivitas. Misalnya: Semangat, kemauan, kerja keras.
3. Nilai
Kerohanian, Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Nilai-nilai
Kerohanian meliputi:
a) Nilai
kebenaran yang bersumber pada akal ( rasio, budi, cipta) manusia.
b) Nilai
keindahan atau nilai estetis yang bersumber pada yang bersumber pada unsur
perasaan (emotion) manusia.
c) Nilai
kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak (karsa) manusia.
d) Nilai
religius yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak, yang bersumber
dari kepercayaan dan keyakinan manusia.
Kesemua
nilai diatas masih ada yang bersifat abstrak yang disebut sebagai nilai dasar,
karena nilai-nilai tersebut berada dalam pemikiran manusia,
tidak
dapat ditangkap dengan pancaindra. Dalam kehidupan bernegara maka pancasila
sebagai dasar negara merupakan nilai dasar (Rukiyati, 2008: 61).
PANCASLA
SEBAGAI SISTEM NILAI
Pancasila
sebagai suatu dasar negara, pada dasarnya dalam isi pancasila yang terdiri dari lima sila hakikatnya
merupakan suatu sistem nilai.
Sistem dapat
diartikan sebagai suatu keseluruhan, yang saling berkaitan, berhubungan, satu
sama lain dan apabila salah satu hilang
maka terjadi tidak keseimbangan. Misalnya, dalam pancasila setiap sila
yang terkandung didalamnya saling berkaitan satu sama lain, mengandung serangkaian
nilai yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Dari
kelima nilai tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh yang mengacu pada suatu
tujuan. Maka pancasila merupakan sebagai sistem dalam arti bahwa bagian- bagian
silanya saling berhubungan secara erat sehingga membentuk suatu struktur yang
menyeluruh.
Dari uraian diatas maka sistem nilai merupakan konsep atau
gagasan yang menyeluruh mengenai apa yang ada dalam pemikiran seseorang yang
mereka pandang baik, berharga, dan penting dalam kehidupan mereka. Sistem nilai
berfungsi sebagai pedoman manusia untuk memberi arah dalam kehidupan mereka.
MAKNA
NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM SETIAP
SILA PANCASILA
Setiap sila
dalam pancasila terkandung nilai-nilai didalamnya, antara lain:
1. Ketuhanan
Yang Maha Esa
Sila Ketuhanan
Yang Maha Esa nilai-nilainya meliputi keempat sila lainya. Dalam sila ini
mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap Tuhan sebagai
pencipta alam semesta. Nilai ini menyatakan
bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius bukan bangsa yang
ateis (tidak mengakui Tuhan). Nilai ketuhanan juga berarti mengakui adanya
pengakuan akan kebebasan untuk memeluk
agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan untuk beragama serta
tidak berlaku tidak adil antar umat beragama.
Masyarakat yang
bedasarkan pancasila, dijamin kebebasan memeluk agama masing-masing. Dengan
Ketuhanan yang Maha Esa maka bangsa Indonesia mempunyai asas yang dipegang
teguh yaitu bebas untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama
masing-masing. Untuk menjamin kebebasan
tersebut di dalam pamcasila masyarakat dijamin berkembang dan tumbuh
subur kehidupan beragamanya dan diwajibkan untuk saling toleransi antar
umat dan dalam beragama.
2. Kemanusiaan
yang Adil dan Beradab
Sila Kemanusiaan
yang Adil dan Beradab di dasari oleh sila Ketuhanan Yang Maha ESa, dan
mendasari ketiga sila berikutnya. Nilai kemanusiaan tersebut pada hakikatnya
adalah susunan kodrat rokhani (jiwa) raga, kodrat individu dan makhluk sosial. Nilai
Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandunng nilai bahwa negara harus
menjunjung tinggi harkat dam martabat manusia sebagai makhluk yang beradab.
Dalam sila Kemanusiaan ini yaitu suatu kesadaran sikap dan perilaku manusia
sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama yang didasarkan pada
tuntutan hati nurani manusia dalam hubungan norma-norma dan kebudayaaan pada
umumnya baik diri sendiri, manusia, lingkungan dengan melakukan suatu hal
dengan semestinya.
3. Persatuan
Indonesia
Nilai
Persatuan Indonesia mempunyai makna untuk kearah bersatu dalam keseluruhan
rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Rebuplik
Indonesia. Dengan sila ketiga ini diharapkan untuk persatuan Indonesia
sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhya terhadap keanekaragaman yang miliki
bangsa Indonesia.
4.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
kebijaksanaan dalam Permusyawaratan /Perwakilan
Nilai Kerakyatan ini mengandung makna suatu
pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara
musyawarah mufakat yaitu melakukan
keputusan bersama, setelah itu baru melakukan tindakan bersama melalui
lembaga-lembaga perwakilan. Untuk mencapai
hasil yang sebaik-baiknya di dalam kehidupan bermasyarakat, maka kebijakan-kebijakan
itu harus merupakan suatu nilai yang baik.
5.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat
Indonesia
Sila
kelima pada pancasila yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat
Indonesia bermakna bahwa nilai tersebut sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu
tercapainya masyarakat Indonesia yang Adil dan Makmur secara lahiriah maupun
batiniah. Keadilan berarti adanya persamaan dan saling menghargai karya orang
lain. Kemakmuran yang merata bagi bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis, yaitu
adanya sebuah upaya yang lebih tinggi dan lebih baik hal tersebut berarti Peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran.
Seluruh kekayaan alam yang ada tidak dikuasai oleh sekelompok orang, tetapi
harus untuk kesejahteraaan dan kepentingan bersama, hal itulahlah yang disebut
Adil.
PENERAPAN
NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
Upaya –upaya
dalam mewujudkan pancasila sebagai sumber nilai
dengan menjadikan nilai dasar pancasila sebagai sumber pembentukan norma etik (norma moral) dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa serta bernegara. Nilai- nilai dalam pancasila adalah
norma moral yang dapat di wujudkan ke norma-norma etik, selanjutnya nila
norma-norma tersebut dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam bersikap,
tingkah laku, dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan nilai-nilai pancasila
tersebut terdapat dalam :
1. Etika
Sosial dan Budaya
Masyarakat
bersikap jujur, saling perduli, saling memahami,saling menghargai, dan saling
tolong menolong antar sesama manusia dan tidak membeda-bedakan satu sama lain.
Dengan begitu juga akan menghidupkan kembali budaya malu pada masyarakat, yaitu
malu untuk berbuat salah dan semua hal yang bertentangan dengan nilai moral,
agama , dan nilai-nilai luhur budaya suatu bangsa. Oleh karena itu perlu
keteladanan serta diperlihatkan contoh pada setiap pemimpin kepada semua
lapisan masyarakat.
2. Etika
Pemerintahan dan Politik
Adanya Etika ini
bertujuan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, dapat menumbuhakan suasana
politik demokratis yang terbuka, rasa
tanggung jawab, tanggap akan aspirasi rakyat, menghargai perbedaan, jujur dalam
persaingan, bersedia untuk menerima pendapat dari orang lain baik perseorangan
maupun kelompok, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.
3. Etika
Ekonomi dan Bisnis
Maksud dari
etika ekonomi dan bisnis ini yaitu agar prinsip dan perilaku ekonomi baik
pribadi maupun institusi dapat menghasilkan kondisi ekonomi yang bercirikan persaingan yang jujur, adil,
mendorong berkembangnya etos kerja serta kemampuan bersaing serta terciptanya
suasana yang kondusif untuk kesejahteraan ekonomi rakyat melalui usaha bersama.
Hal ini bertujuan untuk menghindari kecurangan praktik-praktik ekonomi yang
bernuansa KKN yang pada akhirnya berdampak negative terhadap kejujuran,
persaingan sehat dan keadilan, serta untuk menghindarkan segala cara atau
perilaku dalam memperoleh keuntungan.
4. Etika
Penegakan Hukum yang Adil
Etika ini
bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa tertib sosial, ketenangan, dan
keteraturan hidup bersama, bermasyarakat hanya dapat diwujudkan dengan adanya
tatanan hukum dan peraturan-peraturan
yang ada.
5. Etika
Keilmuan dan Disiplin Kehidupan
Diwujudkan
dengan menjunjung tinggi nilai-nilai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu
berpikir rasional, kritis, logis. Etika ini di tampilkan secara pribadi seperti
perilaku gemar membaca, menulis, belajar dan kreatif dalam menciptakan
karya-karya baru.
Dengan adanya nilai-nilai pancasila
dalam norma-norma etik berbangsa, dan bernegara dapat kita amalkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Ada beberapa hal
yang perlu dilakukan agar berhasilnya perilaku berdasarkan pada norma-norma
etik kehidupan bebangsa dan bernegara antara lain:
a)
Proses penanaman dan pembudayaan etika
hendaknya menggunakan agama dan budaya
sehingga menyentuh hati nurani, mengandung simpati dan dukungan dari
masyarakat. Dan apabila sanksi moral tersebut tidak lagi efektif maka penegakan
hukum harus dilakukan secara tegas.
b)
Proses penanaman budaya tersebut
dilakukan melalui pendekatan komunikasi, dialog , tidak secara paksaan.
c)
Dalam meningatkan etika tersebut
melibatkan seluruh masyarakat.
d)
Perlu ditingkatkan etika-etika profesi
lain seperti; profesi kedokteran dan pokok-pokok etika tersebut perlu ditaati
segenap anggotanya.
e)
Mengaitkan pembudayaan berbangsa,
bernegara dan masyarakat sebagai bagian dari sikap keberagaman.
Penerapan lain
nilai-nilai pancasila yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
1. Penerapan
nilai-nilai Pancasila dilingkungan sekolah, misalnya:
a) Menghormati
bapak ibu guru.
b) Menghormati
kepala sekolah dan karyawan sekolah.
c) Menghormati
kakak-kakak kelas.
d) Mendengarkan
penjelasan guru ketika menerangkan materi pelajaran.
e) Memberi
salam dan menyapa ketika berpapasan dengan teman-teman sekolah.
2. Penerapan
nilai-nilai Pancasila dilingkungan masyarakat, misalnya:
a) Mengucapkan
salam ketika berjalan melewati orang lain.
b)
Mengetuk pintu dan mengucapkan salam
ketika bertamu ketempat oang lain.
c) Mengikuti
berbagai pertemuan yang diadakan RT/RW.
d) Ikut
berperan dalam kegiatan yang diadakan karang taruna sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki.
e) Menjenguk
masyarakat jika ada yang sedang sakit.
WACANA
AKHIR
Pancasila
sebagai sistem nilai sangat penting dalam kehidupan masyarakat, nilai-nilai
yang terkandung dalm setiap sila pancasila mempunyai makna tersendiri.
Peran penting
nilai-nilai pancasila dalam kehidupan masyrakat sebagai pemersatu bangsaIdonesia.
Penerapan-penerapan yang di lakukan sebagai berikut:
Penerapan-penerapan yang di lakukan sebagai berikut:
a)
Menerapkan nilai-nilai moral, melalui
berbagi norma etika.
b)
Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berbangsa, bernegara serta
bermasyarakat.
c)
Meningkatkan nilai-nilai moral dalam
kehidupam masyarakat yang melibatkan seluruh masyarakat serta pemerintah.
d)
Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
DAFTAR
PUSTAKA
Budiyanto, M. M., Drs. 2004. Kewarganegaran untuk SMA kelas x. Jakarta:
Erlangga.
Kaelan, Prof. Dr. H. M. S. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta:
PARADIKMA.
Rakhmat, Arif, S.Pd. 2009. Panca Sakti. Purworejo: Alfa Betha.
Rukiyati, M. Hum., dkk. 2008. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: UNY
Perss/2008.
Rizky. 2011. Makna nilai dalam Pancasila. ( Online ) (http://ngeblog bareng rizky.
Blogspot.com/2011/04/Makna- nilai –dalam-pancasila.html, diakses tanggal 4
April 2012)
Rizky. 2011. Nilai Pancasila menjadi Sumber Norma. ( Online ) (http://ngeblog bareng risky.
Blogspot. Com/2011/04/ Nilai- Pancasila –menjadi sumber norma-07. html, diakses
tanggal 4 April 2012)
Rizky. 2011. Pancasila sebagai sumber nilai. (Online)
(http://berita.Univpancasila.ac.id/ berita-1361-Pancasila-sebagai-sumber-nilai.html,
diakses tanggal 4 April 2012)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar